Hari itu aku merasa sangat sedih, aku bingung harus
melakukan apa. Aku hanya bisa terdiam dikamarku. Aku bertanya-tanya didalam
hatiku, sebenarnya apa yang ada dipikirannya? Apa ia hanya mempermainkanku? Apa
ia hanya bohong tentang semua perasaannya padaku? Apa ia memang tipikal orang
yang suka mempermainkan hati? Ada beribu pertanyaan yang ada dibenaku
tentangnya. Dan aku berniat besok disekolah aku harus tau apa alasannya, aku
harus tau! Esok pagi nya disekolah ia datang dengan senyumnya seolah tidak ada
yang terjadi, maka aku mengurungkan niat ku untuk bertanya. Aku mengetahui
bahwa ia sudah memiliki orang lain. Ternyata memang benar, ia tipikal yang suka
memepermainkan hati orang. Namun bodohnya diriku masih saja memikirkannya walau
dia telah menyakitiku. Dan aku masih saja mengharapkannya padahal aku sudah
bersama orang lain pada waktu itu. Tidak terasa aku sudah menyelesaikan sekolah
ku dan itu berarti aku harus berpisah dan tidak bisa melihat dia lagi. Namun tetap
sama ia tetap mengacuhkanku. Dan kini aku mulai kembali kekehidupan biasa ku
dia kota hujanku,aneh rasanya aku sudah berada jauh darinya namun selalu saja
aku memikirkannya, apalagi dari rumahku yang sekarang aku bisa melihat pemandangan
langit dengan baik, setiap malam jika hujan tidak turun aku selalu bisa melihat
taburan bintang-bintang. Aku selalu bertanya-tanya kapan aku bisa betemu
dengannya? Dengan bintangku? Apa dia merasakan hal yang sama? Apa dia
memikirkanku seperti aku yang selalu memikirkannya? Apa dia baik-baik saja? Apa
dia tau kalo aku masih menunggunya? Aku merasa harus mundur ketika aku melihat
statusnya, sepertinya ia sangat mencintai gadis itu. Maka aku memutuskan untuk
tidak mengganggunya lagi, aku mungkin akan tetap menunggu, dan mencoba untuk
melupakannya meskipun aku tidak tau kapan aku akan melupakannya. Namun kini aku
sadar dia memang bukan untukku, karna dia adalah bintangku yang sangat terang
namun sangat tinggi, dan rasanya aku takan mampu menggapainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar