Jumat, 08 November 2013

BINTANG DISEKOLAHKU PART-1



Hari itu aku baru pindah ke kota itu, aku belum tahu apa-apa tentang kota itu, yang ku tau hanyalah jalan dari rumahku kesekolah itu saja. Itu adalah hari pertama sebelum MOS dimulai. Aku mempunyai kenalan bernama Emil, Yoga, dan Rangga. Awalnya aku biasa saja dengan mereka. Hanya saja Emil mengajaku berkenalan. Singkat saja aku tahu Emil dan kawannya adalah teman satu gugus ku waktu itu. Setelah mos selesai akhirnya aku mengetahui. Aku, Yoga, dan Rangga mendapat kelas 10-1 sedangkan Emil terpisah dikelas 10-2. Awalnya semua berjalan mulus. Aku mendapat teman sebangku bernama Dian. Dia cantik, baik, dan manis, dan yang membuat aku iri padanya adalah tulisannya yg sangat bagus. Sedangkan Yoga dan Rangga duduk sebangku dia duduk dipaling pojok dekat pintu keluar. Aku tau ada yang berbeda dengan tingkah laku Yoga padaku, karna dia menyukaiku. Namun anehnya aku justru aku mengacuhkannya. Aku justru lebih suka memperhatikan Rangga. Ia mempunyai senyum yang sangat manis, selalu melakukan sesuatu dengan tangan kiri karna dia kidal, dia tidak suka difoto, dan dia agak sedikit pendiam. Itu yang membuatku tertarik padanya. Siang itu matahari sangat menyengat diatas kepalaku, begitu sampai rumah aku baru melihat ponselku. Ternyata ada satu pesan. Aku tidak tahu itu siapa karna nomornya tidak tertera diponselku. Lalu akhirnya setelah aku balas ternyata itu adalah rangga. Aku bingung mengapa dia sms aku? Ternyata dia mengajakku sekedar pulang sekolah bersama. Dan akhirnya aku tau dia mendapat nomerku dari Emil. Akhirnya aku pun selalu pulang bersamanya, bahkan pernah dipagi hari hujan dan dia menjemputku aku pun langsung mengiyakan saking senangnya. Lama kelamaan aku jadi mengetahui semua kebiasaannya dan sifatnya. Namun entah mengapa aku jadi merasa sangat nyaman dengannya. Aku selalu menganggap Rangga sebagai bintangku, karna dia sangat mirip dengan bintang. Begitu bersinar, dan rasanya sangat dekat denganku namun nyatanya dia sangat jauh untuk kugapai karna dia sangatlah terang dan aku hanyalah sesuatu yang berada dikegelapan. Biasanya aku, Emil, Rangga dan Yoga. Selalu menghabiskan waktu disekolah bersama pada saat istirahat, makan bekal bersama, atau sekedar membahas pelajaran. Semua mulai berubah ketika Yoga aku tolak. Maka semua menjadi terasa kaku, Emil mulai sibuk dengan teman sekelasnya, dan hanya Rangga yang tetap masih biasa. Hari itu kita pulang sekolah seperti biasa. Namun hatiku serasa hancur karna diperjalanan pulang Rangga cerita kepadaku tentang cinta pertamanya di SMP. Rasanya aneh sekali, aku ingin marah namun aku bukan siapa-siapa.  
Esok harinya aku hanya terdiam dan menolak berbiacara kepada Rangga, dan sejak hari-hari itu aku melewati semuanya sendiri karna Rangga pun mulai menjauh dariku. Hingga pada suatu hari ada acara untuk kelasku dan Rangga mengajakku pergi bersama, namun itulah aku, aku tidak pernah bisa bilang tidak kepadanya. Semuanya berjalan baik malam itu, hingga akhirnya entah dari mana aku memberanikan diri untuk bilang pada nya bahwa aku menyukainya. Namun respon Rangga hanya terdiam dan sejak malam itu aku tidak pernah berbicara lagi dengannya, bahkan jika ada aku dia sering menghindar walau kami satu kelas. Semuanya selesai, benar-benar selesai. Aku menyesali semua perkataanku pada malam itu. Hariku terasa sangat berbeda, aku jadi jarang berbicara pada saat itu. Namun ada seseorang yang berbaik hati ingin mengantar aku pulang. Lucu padahal rumahku sangat dekat tapi dia tetap mengantarkanku, orang yang hatinya baik ini adalah Hari. Mulai hari itu aku jadi bisa sedikit lega dan terenyum kembali, karna setidaknya aku bisa berbagi ceritaku dengannya. Namun aku hanya menganggapnya sebagai sahabat sama seperti Emil, dan Yoga. Malam itu aku sangat kaget melihat ponselku karna ada satu pesan dan itu dari Rangga. Malam itu aku harus tetap terjaga karna sedang menjaga ibuku dirumah sakit. Dan Rangga menemaniku dengan cara smsan. Selama beberapa hari itu Rangga besikap aneh. Biasanya dia hanya membalas sms ku sangat singkat. Namun malam itu dia membalas dengan banyak kata, dan aku banyak bertukar cerita dengannya. Lima hari aku tidak sekolah karna aku harus menjaga ibuku. Namun ketika dikelas aku bingung dengan tingkah lakunya Rangga, dia selalu tersenyum kepadaku padahal biasanya dia sangat cuek padaku. Dan ternyata ia berjalan kearah bangku ku dan duduk disampingku. Dia memegang tanganku dan dia meminta aku menjadi pacarnya. Namun aku bingung pada saat itu aku harus menjawab apa, karna bagaimana kalo ini semua hanya lulucon? Teman sekelasku bersorak agar aku menerimanya. Dan akhirnya aku menerimanya. Aku senang sekali ketika pulang sekolah dia sempat merangkul bahuku walau hanya sebentar. Kau tau? Rasanya seperti kejatuhan bintang bisa menjadi pacarnya. Semuanya berjalan baik, baru satu minggu jadian aku dibuat kaget lagi oleh Rangga. Dia mengirim pesan dan meminta putus, aku pun hanya bisa terdiam. Aku kira dia menyukaiku, aku kira semuanya baik-baik saja, dan aku kira ini semua baru dimulai tapi kenapa?
Besok lanjutannya yah hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar