Hari itu aku baru pindah ke kota itu, aku belum tahu
apa-apa tentang kota itu, yang ku tau hanyalah jalan dari rumahku kesekolah itu
saja. Itu adalah hari pertama sebelum MOS dimulai. Aku mempunyai kenalan
bernama Emil, Yoga, dan Rangga. Awalnya aku biasa saja dengan mereka. Hanya saja
Emil mengajaku berkenalan. Singkat saja aku tahu Emil dan kawannya adalah teman
satu gugus ku waktu itu. Setelah mos selesai akhirnya aku mengetahui. Aku,
Yoga, dan Rangga mendapat kelas 10-1 sedangkan Emil terpisah dikelas 10-2. Awalnya
semua berjalan mulus. Aku mendapat teman sebangku bernama Dian. Dia cantik,
baik, dan manis, dan yang membuat aku iri padanya adalah tulisannya yg sangat
bagus. Sedangkan Yoga dan Rangga duduk sebangku dia duduk dipaling pojok dekat
pintu keluar. Aku tau ada yang berbeda dengan tingkah laku Yoga padaku, karna
dia menyukaiku. Namun anehnya aku justru aku mengacuhkannya. Aku justru lebih
suka memperhatikan Rangga. Ia mempunyai senyum yang sangat manis, selalu
melakukan sesuatu dengan tangan kiri karna dia kidal, dia tidak suka difoto,
dan dia agak sedikit pendiam. Itu yang membuatku tertarik padanya. Siang itu
matahari sangat menyengat diatas kepalaku, begitu sampai rumah aku baru melihat
ponselku. Ternyata ada satu pesan. Aku tidak tahu itu siapa karna nomornya
tidak tertera diponselku. Lalu akhirnya setelah aku balas ternyata itu adalah
rangga. Aku bingung mengapa dia sms aku? Ternyata dia mengajakku sekedar pulang
sekolah bersama. Dan akhirnya aku tau dia mendapat nomerku dari Emil. Akhirnya aku
pun selalu pulang bersamanya, bahkan pernah dipagi hari hujan dan dia
menjemputku aku pun langsung mengiyakan saking senangnya. Lama kelamaan aku
jadi mengetahui semua kebiasaannya dan sifatnya. Namun entah mengapa aku jadi merasa
sangat nyaman dengannya. Aku selalu menganggap Rangga sebagai bintangku, karna
dia sangat mirip dengan bintang. Begitu bersinar, dan rasanya sangat dekat
denganku namun nyatanya dia sangat jauh untuk kugapai karna dia sangatlah
terang dan aku hanyalah sesuatu yang berada dikegelapan. Biasanya aku, Emil,
Rangga dan Yoga. Selalu menghabiskan waktu disekolah bersama pada saat
istirahat, makan bekal bersama, atau sekedar membahas pelajaran. Semua mulai
berubah ketika Yoga aku tolak. Maka semua menjadi terasa kaku, Emil mulai sibuk
dengan teman sekelasnya, dan hanya Rangga yang tetap masih biasa. Hari itu kita
pulang sekolah seperti biasa. Namun hatiku serasa hancur karna diperjalanan
pulang Rangga cerita kepadaku tentang cinta pertamanya di SMP. Rasanya aneh
sekali, aku ingin marah namun aku bukan siapa-siapa.
Esok harinya aku hanya terdiam dan menolak
berbiacara kepada Rangga, dan sejak hari-hari itu aku melewati semuanya sendiri
karna Rangga pun mulai menjauh dariku. Hingga pada suatu hari ada acara untuk
kelasku dan Rangga mengajakku pergi bersama, namun itulah aku, aku tidak pernah
bisa bilang tidak kepadanya. Semuanya berjalan baik malam itu, hingga akhirnya
entah dari mana aku memberanikan diri untuk bilang pada nya bahwa aku
menyukainya. Namun respon Rangga hanya terdiam dan sejak malam itu aku tidak
pernah berbicara lagi dengannya, bahkan jika ada aku dia sering menghindar
walau kami satu kelas. Semuanya selesai, benar-benar selesai. Aku menyesali
semua perkataanku pada malam itu. Hariku terasa sangat berbeda, aku jadi jarang
berbicara pada saat itu. Namun ada seseorang yang berbaik hati ingin mengantar
aku pulang. Lucu padahal rumahku sangat dekat tapi dia tetap mengantarkanku,
orang yang hatinya baik ini adalah Hari. Mulai hari itu aku jadi bisa sedikit
lega dan terenyum kembali, karna setidaknya aku bisa berbagi ceritaku
dengannya. Namun aku hanya menganggapnya sebagai sahabat sama seperti Emil, dan
Yoga. Malam itu aku sangat kaget melihat ponselku karna ada satu pesan dan itu
dari Rangga. Malam itu aku harus tetap terjaga karna sedang menjaga ibuku
dirumah sakit. Dan Rangga menemaniku dengan cara smsan. Selama beberapa hari
itu Rangga besikap aneh. Biasanya dia hanya membalas sms ku sangat singkat. Namun
malam itu dia membalas dengan banyak kata, dan aku banyak bertukar cerita
dengannya. Lima hari aku tidak sekolah karna aku harus menjaga ibuku. Namun ketika
dikelas aku bingung dengan tingkah lakunya Rangga, dia selalu tersenyum
kepadaku padahal biasanya dia sangat cuek padaku. Dan ternyata ia berjalan
kearah bangku ku dan duduk disampingku. Dia memegang tanganku dan dia meminta
aku menjadi pacarnya. Namun aku bingung pada saat itu aku harus menjawab apa,
karna bagaimana kalo ini semua hanya lulucon? Teman sekelasku bersorak agar aku
menerimanya. Dan akhirnya aku menerimanya. Aku senang sekali ketika pulang
sekolah dia sempat merangkul bahuku walau hanya sebentar. Kau tau? Rasanya seperti
kejatuhan bintang bisa menjadi pacarnya. Semuanya berjalan baik, baru satu
minggu jadian aku dibuat kaget lagi oleh Rangga. Dia mengirim pesan dan meminta
putus, aku pun hanya bisa terdiam. Aku kira dia menyukaiku, aku kira semuanya
baik-baik saja, dan aku kira ini semua baru dimulai tapi kenapa?
Besok lanjutannya yah hehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar