Suatu hari ada
pangeran yang sangat tampan dan baik hati yang sedang berlayar dilautan. Lalu tiba-tiba
ada badai yang sangat kencang dan melululantahkan kapal yang ditumpangi oleh
pangeran itu. Sang pangeran pun jatuh kedalam lautan. Sebenarnya sang pangeran
adalah perenang yang sangat handal, tapi ketika badai terjadi kakinya tertimpah
oleh reruntuhan kapal sampai akhirnya kakinya terluka dan ia tidak bisa menggerakan
kaki kanannya. Akhirnya ia hanya bertahan dengan bertumpu diatas sepotong kayu
bekas reruntuhan kapal. Tidak terasa sudah sehari semalam ia seperti itu
terombang-ambing dilautan. Akhirnya sang pangeran pun pingsan karna kelelahan.
Ketika malam datang tiba-tiba ada seorang putri duyung yang muncul. Dan
akhirnya ia menyelamatkan sang pangeran dan membawanya ke tepi pantai. Ia
begitu bersusah payah ketika membawa sang pangeran ke tepi pantai. Namun
sayangnya pangeran itu tidak tersadar karna ia masih kelelahan. Putri duyung
itu membaringkan sang pangeran di tepi pantai, ketika ia mengelap muka sang
pangeran ia langsung jatuh cinta kepdanya, karna sang pangeran itu berwajah
sangat tampan. Sehari sudah sang pangeran itu pingsan dan masih tidak
tersadarkan diri. Akhirnya putri duyung itu memutuskan untuk pergi ke dasar
laut untuk pulang dan mengambil obat untuk sang pangeran. Namun ketika ia
kembali ke tepi pantai ia senang sekaligus tertegun. Ia tertegun karna sang
pangeran sudah sadar namun ada seorang putri cantik yang menemaninya sang
pangeran. Putri duyung itu senang karna ia bisa melihat sang pangeran tersadar
dan tersenyum, dan senyumannya tentu saja sangat manis dan menawan. Namun
disatu sisi lain sang pangeran tersebut salah paham karna ia mengira bahwa putri
cantik itulah yang menyelamatkannya karna begitu ia tersadar orang pertama yang
ia lihat adalah si putri cantik itu. Sang putri duyung pun sedih karna sang
pangeran tidak menganggap keberadaannya. Akhirnya si putri duyung itu pergi
ketempat si cumi-cumi yang terkenal akan sihirnya itu. Si putri duyung itu meminta agar dirinya bisa
menjadi manusia dalam sehari, si penyihir cumi-cumi tersebut itu pun mengabulkan
permintaannya dengan satu syarat. Akhirnya si putri duyung meminum ramuan itu
dan menjadi manusia. Ketika menjadi manusia si putri duyung pun langsung pergi
mencari sang pangeran. Namun langkahnya terhenti ketika ia melihat sang pangeran
sedang berlutut dan memohon kepada si putri cantik tadi agar mau jadi
kekasihnya. Maka si putri duyung pun pergi sambil menangis tersedu-sedu karna
ternyata si pangeran itu tidak merasakan apa yang dia rasakan, padahal ia sudah
melakukan banyak hal untuk sang pangeran. Sang putri duyung pun tersadar kalo
ia sudah tak memiliki harapan lagi. Ia menyadari bahwa cintanya takan mungkin
terbalaskan karna sang pangeran bagaikan bintang yang bersinar baginya, karna sang
pangeran begitu bersinar namun sangat jauh diatas langit dan dari tempatnya
berada. Dan tak mungkin ia bisa menggapai sang pangeran. Dan akhirnya putri duyung
itu hanya tertidur diatas pasir pantai sambil menatap keatas langit. Namun ia
baru teringat akan syarat si cumi-cumi penyihir itu. Jika sang pangeran tidak
mencintainya, maka ia akan berubah menjadi gelembung dan menghilang selamanya. Maka
sang putri duyung itu berfikir. Apakah akan ada yang berubah jika dirinya tak
lagi ada? Apakah sang pangeran akan mengetahui tentang perasaannya dan
keberadaannya setelah ia menghilang? Akhirnya ia hanya memejamkan matanya dan
tertidur diatas pantai pada malam itu. Sampai begitu ia membuka mata, matahari
terbit dan pagi pun datang. Lalu sang putri duyung pun menjadi
gelembung-gelembung cantik yang berwarna seperti pelangi namun karna ia terbiaskan
oleh sinar matahari gelembung-gelembung itu lebih terlihat seperti warna biru
air laut. Dan akhirnya sang putri duyung pun menghilang selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar